Saturday, February 21, 2026

SMA Negeri 1 Sidoharjo Gelar Koordinasi Guru dan Tenaga Kependidikan Disertai Tausiyah Ramadhan

Sidoharjo, 20 Februari 2026 — SMA Negeri 1 Sidoharjo menggelar kegiatan koordinasi guru dan tenaga kependidikan yang dirangkaikan dengan tausiyah menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan spiritual sekaligus penyamaan persepsi dalam menyambut program kegiatan Ramadhan di lingkungan sekolah.


Tausiyah Ramadhan pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Ust. Ayub, yang mengangkat tema tentang hakikat puasa dan pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ceramahnya, Ust. Ayub mengutip firman Allah ﷻ dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa kewajiban puasa telah ditetapkan kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini menunjukkan bahwa puasa merupakan ibadah besar yang memiliki nilai pendidikan universal bagi umat manusia.

“Puasa bukan sekadar menahan rasa lapar dan haus,” tegas beliau. “Puasa adalah menahan diri dari perbuatan maksiat. Jika hanya lapar dan haus, itu bisa saja dilakukan. Tetapi yang lebih utama adalah menjaga diri dari dosa.”

Ust. Ayub juga mengingatkan bahwa dalam bulan Ramadhan, umat Islam dituntut untuk menjauhi hal-hal negatif yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Ia mencontohkan kebiasaan ngrasani atau ghibah yang sering dianggap sepele.

“Kadang semakin kecil suara kita saat membicarakan orang lain, semakin dianggap benar beritanya. Padahal perilaku seperti itu bisa menghilangkan hikmah puasa,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa.

Lebih lanjut, Ust. Ayub membagi orang yang berpuasa ke dalam tiga golongan.

Pertama, golongan yang semangat di awal Ramadhan namun mulai lalai di akhir. Kedua, mereka yang berusaha konsisten dari awal hingga akhir Ramadhan dalam menjalankan kewajiban. Ketiga, golongan yang menyambut Ramadhan dengan kebaikan dan menutupnya dengan kebaikan yang lebih besar, termasuk meninggalkan kebiasaan buruk. Golongan terakhir inilah yang disebut sebagai orang-orang yang berprestasi dalam ibadah.

Menurutnya, Ramadhan adalah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, menguatkan iman, serta menjauhkan diri dari hal-hal negatif. Nilai-nilai inilah yang diharapkan tidak hanya berhenti pada bulan Ramadhan, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tausiyah ini mendapat sambutan positif dari para guru dan tenaga kependidikan. Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan ini juga menjadi pengingat bersama bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan kepada siswa, tetapi juga dimulai dari keteladanan para pendidik.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan spiritual dan semangat memperbaiki diri, sehingga nilai-nilai puasa benar-benar terinternalisasi dalam budaya sekolah.